ABG 16 Tahun Diadili di Amerika Serikat Akibat Membunuh Kekasihnya Yang Sedang Hamil

ABG 16 Tahun Diadili di Amerika Serikat Akibat Membunuh Kekasihnya Yang Sedang Hamil – Akhir-akhir ini kejahatan semakin merajalela. Banyak orang-orang melakukan tindakan kriminal tanpa memikirkan konsekwensinya. Tidak hanya di Indonesia saja yang sering terjadi tindakan kriminal, akan tetapi diluar Indonesia banyak yang terjadi tindakan kejahatan, bahkan lebih parah dari negara Indonesia itu sendiri.

Seperti di Amerika serikat, Seorang bocah yang masih berumur 16 tahun, tega membunuh salah satu seorang teman sekelasnya, dan lebih tragisnya korban yang dibunuh tersebut tengah mengandung. Ternyata korban masih berumur 17 tahun. Kejadian ini terjadi di Indiana, Amerika Serikat, tepatnya pada tanggal 10 desember 2018. Pada tanggal 11 desember 2018 Pelaku pembunuhan yang masih berusia 16 tahun tersebut adalah seorang anak yang bernama Aaron Trejo (16) ini dijerat hukum pembunuhan dan sekaligus pembunuhan janin pada 10 desember 2018 lalu waktu setempat.

ABG 16 Tahun Diadili di Amerika Serikat Akibat Membunuh Kekasihnya Yang Sedang Hamil 6 Bulan

Pelaku sudah mengakui atas pembunuhan yang dilakukan pada korban seorang gadis remaja yang bernama Breana Rouhselang (17). Kronologi kejadian, ternyata korban ditikam dan dicekik oleh sipelaku hingga korban tidak bernyawa lagi. Ketika korban tersebut dibunuh, ternyata korban tengah hamil 6 bulan. Saat ditemui, jenazah korban di temukan dalam keadaan sebuah tempat pembuangan sampah sampah di area South Bend, Indiana Amerika Serikat. Awalnya saat polisi mengintrogasi trejo, trejo menyangkal tahu tentang hilangnya korban, tetapi setelah polisi terus mendesak pelaku ,akhirnya pelaku mengakui bahwa dia lah pelaku yang membunuh gadis berusia 17 tahun yang tengah mengandung 6 bulan tersebut.

Ternyata yang dibunuhnya tersebut adalah kekasihnya sendiri, dia tega membunuh korban, karena korban terlambat memberitahukan tentang kehamilannya tersebut sehingga tudak bisa dilakukan aborsi karena sudah mencapai 6 bulan, dan akibatnya membuat pelaku marah. Dan akhirnya membunuh kekasihnya tersebut, karena tidak ada jalan keluar selain melenyapkannya. Awalnya keluarga korban melaporkan bahwa putrinya itu menghilang sejak 9 desember 2018 waktu setempat.

Korban tidak pulang kerumah sampai larut malam dan membuat orang tua korban cemas karena putrinya belum pulang. Sebelumnya keluarga mengetahui kalau putrinya tersebut bertemu dengan trejo. Sehari setelah tidak pulangnya putrinya tersebut, keluarga korban melaporkan kejadian ini ke pihak polisi, keluarga korban membawa polisi kerumah trejo agar polisi mengintrogasi trejo, karena dialah orang yang paling trakhir ditemui putrinya tersebut. Trejo pun telah mengakuinya kepada orang tua korban dan polisi, bahwa dia telah merencanakan pembunuhan tersebut kepada korban dan bayi yang dikandung selama sepekan ini. Hasil autopsi juga menunjukkan korban tewas akibat sejumlah tusukan dan luka lebam akibat dipukul dan dicekik. Atas perbuatan pelaku ,keluarga korban meminta agar pelaku dihukum seberat beratnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *