Anak Gunung Krakatau Meletus, Muntahkan Abu Setinggi 2 KM

Anak Gunung Krakatau Meletus, Muntahkan Abu Setinggi 2 KM – Pada desember 2018, gunung  anak krakatau telah mengalami erupsi yang cukup hebat, sehingga mengakibatkan terjadinya tsunami di selat sunda yang memakan banyak korban termasuk artis artis Indonesia pada bulan desember 2018 lalu. Setelah kejadian tersebut, gunung anak krakatau sempat juga dikabarkan erupsinya telah berhenti.

Akan tetapi, pada Jumat, 04 januari 2019, Gunung Anak Krakatau tersebut kembali meletus dengan letusan menimbulkan kolom abu dengan tinggi kurang lebih 2.000 meter diatas puncak atau sekitar 2.110 meter diatas permukaan laut. Kejadian tersebut tepatnya terjadi pada pagi pukul 09.39 WIB dan siang pukul 14.21 WIB. Menurut peringatan yang dikeluarkan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber daya mineral yang dibagikan Kepala Pusat data, bahwa kolom abu tersebut mengarah ke utara dan timur laut, kolom abu tersebut berwarna putih sampai berwarna kelabu dengan cukup tebal intensitasnya.

Dikabarkan Anak Gunung Krakatau Meletus, Muntahkan Abu Setinggi 2 KM

Letusan anak gunung krakatau sempat terekam juga oleh seismogram dengan amplitudo maksimum 14 milimeter dengan durasi kurang lebih  3 menit 7 detik. Suara dentuman anak gunung krakatau terdengar cukup kuat. Dan kini Gunung Anak Krakatau yang terletak di Lampung Selatan tersebut, Lampung saat ini berada dalam tingkat level III atau siaga. Berdasarkan kondisi keadaan gunung anak krakatau saat ini, PVMBG  menghimbau masyarakat untuk tidak diperbolehkan mendekati Gunung Anak Krakatau dalam radisu 5 kilometer dari kawah. Masyarakat juga dihimbau  mengenakan masker untuk menghindari jika terjadi hujan abu.

Sutopo juga menjelaskan bahwa hampir setiap hari Gunung Anak Krakatau tersebut meletus. Sebelumnya juga Pada 3/1/2019 dari pukul 00.00 -24.00 WIB gunung anak krakatau telah mengalami letusan sebanyak 37 kalidan 42 kali hembusan secara terus menerus. Menurut laporan bahwa Jalur pelayaran Merak – Bakaheuni dinyatakan aman dan tidak terpengaruh oleh letusan gunung anak krakatau. Sutopo juga memberi keterangan bahwa gunung anak krakatau meletus tidak akan sama seperti ibunya yang meletus pada tahun 1883 lalu. Kalau pun ditemukan ada retakan  saat ini, Sutopo menjelaskan bahwa itu adalah hal yang sangat wajat terjadi pada saat letusan. Hingga saat ini status gunung anak krakatau dinyatakan tetap siaga pada level III.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *