Beberapa Cara Untuk Pembelajaran Yang Sederhana, Juga Menciptakan Penguatan Karakter

Penguatan karakter menjadi solusi yang dapat menciptakan pendidikan yang sangat efektid di wilayah terdepan. Bahkan metode yang di gunakannyapun melalu pendekatan budaya masyarakat.

Bahasa dan penyebutan istilah bisa disesuaikan dengan yang digunakan sehari-hari. Implementasi di lapangan berupa permainan tradisional dan kegiatan yang biasa dilakukan masyarakat setempat.

Ketika ada rapat kelas maupun kelas bermasalah, siswa harus kumpul. Pun begitu kalau ada kegiatan masing-masing kelas dan sekolah, harus melalui musyawarah bersama.

Doni menceritakan, nilai-nilai penguatan pendidikan karakter bisa diadopsi dari kebiasaan masyarakat. Di beberapa daerah, ada budaya makan bersama-sama dalam satu wadah.

“Saya tidak tahu namanya (istilah) apa. Tapi mereka sudah biasa makan bareng. Nah, hal itu akhirnya diajarkan di sekolah. Ada nilai kebersamaan. Makan di satu tempat yang sama. Merasakan hasil bumi yang sama,” jelas Doni.

media pembelajaran sering terabaikan dengan alasan terbatasnya waktu untuk membuat persiapan mengajar, sulit mencari media yang tepat, dan tidak tersedianya biaya. Agar proses belajar mudah dan efisien, pendidik harus memilih media yang relevan dengan tujuan pembelajaran yang akan di capai.

Nah, macam macam media pembelajaran sederhana memiliki banyak ragam yang sebenarnya bisa diaplikasikan dalam kegiatan belajar mengajar.

Media merupakan suatu alat atau sarana atau perangkat yang berfungsi untuk menyampaikan informasi. Sedangkan media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim kepada penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan minat pembelajaran yang menjurus kearah terjadinya proses belajar.

Belum memahami Penguatan karakter

Belum memahami Penguatan karakter

Dalam praktik penguatan karakter pendidikan kita akan menemukan beberapa kendala. penguatan karakter dini belum sepenuhnya dipahami oleh para guru dan pengajar.

Agama adalah termasuk salah satu nilai saja, banyak lagi nilai-nilai lain yang di pelajari yaitu nilai nasionalisme, kemandirian, gotong royong, dan juga intergritas. Bahkan adapula pemikiran kebiasaan penguatan karakter dalam upacara bendera dan bernyanyi lagu kebangsaan.

Pembentukan pendidikan karakter harus terintegrasi. Perlu kolaborasi dengan masyarakat. Berkat kolaborasi dengan masyarakat, sekolah di beberapa daerah terpencil, seperti Buton dan Tanjung Pinang bisa maju.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *