Gempa Bersekala 5.8 Kini mengguncang Malang Juga Sekitarnya, BMKG Tetap Menghimbau Warga Setempat Agar Tetap Waspada

Pihak BMKG meminta kepada warga untuk waspada atas adanya gempa yang kini mengguncang Malang Jawa Timur dengan kekuatan Magnitudo 5,8. Bahkan menurut BMKG gempa yang terjadi di wilayah selatan Malang kerap berpotensi merusak.

“BMKG akan selalu mengingat adanya peningkatan aktivitas kegempaan di selatan Malang ini, juga kepada masyarakat diimbau tetap waspada akan hal ini. Melihat catatan sejarah gempa di Jawa Timur, kawasan selatan Malang memang sudah sering kali terjadi gempa kuat dan merusak,” ujar Kepala Bidang Informasi Gempa Bumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG Daryono dalam keterangannya, Selasa siang.

Salah seorang pihak BMKG menyebutkan catatan gempa yang paling kuat dan sangat merusak di wilayah Jawa Timur Malang pernah terjadi tepat pada tanggal 15 agustus 1895, 20 November 1985, juga pada tahun 1962 juga 1963, dan yang terakhir ini pada 4 oktober 1972.

Berdasarkan dari catatan BMKG gempa yang terjadi di Malang pada waktu itu di ikuti tiga gempa susulan yang berkakuatan kurang dari 5 Magnitudo. Juga salah seorang petugas BMKG menyebutkan gampa kali ini merupakan gempa tektonik ketiga yang mengguncang Kota Malang.

Kembali Daryono menginformasikan “hingga pukul 03-00 WIB hasil dari monitoringBMKG menunjukan telah terjadi aktivitas gempa susulan sebanyak 3 kali dengan kekuatan kurang dari M 5,0”.

Gempa Yang Melanda Kota Malang Sampai Terasa Juga Hingga Ke Bali.

Gempa Yang Melanda Kota Malang Sampai Terasa Juga Hingga Ke Bali.

“Gempa tektonik yang di informasikan¬†BMKG terjadi pagi dini hari tadi adalah gempa ketiga yang mengguncang selatan Malang sejak awal 2019,” Jelasnya.

Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 9,67 LS dan 112,74 BT atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 170 km arah selatan dari Kota Kepanjen, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur pada kedalaman 42 km.

“Guncangan gempa bumi yang di informasikan¬†BMKG dilaporkan dirasakan di daerah Lumajang, Malang, Blitar, Karangkates III-IV MMI, Sawahan III MMI, Kuta, Nusa Dua II-III MMI. Hingga kini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi tidak berpotensi menimbulkan tsunami,” Ujar Daryono.

Gempa samapai dirasakan hingga Bali, khususnya di Kuta dan Nusa Dua dalam skala MMI II-III. Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan akibat gempa. Hasil pemodelan menunjukkan gempa bumi tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *