Gratiskan Jembatan Suramadu, Jokowi Pidato di Atas Truk Tronton

Gratiskan Jembatan Suramadu, Jokowi Pidato di Atas Truk Tronton – Dari atas sebuah truk tronton yang telah disediakan di tengah-tengah Jembatan Suramadu, Jokowi menceritakan, pada 2015 lalu, sejumlah tokoh masyarakat, agama serta keluarga besar Ikatan Keluarga Madura (Ikama) meminta tarif sepeda motor di jalan tol Jembatan Suramadu, dan sekarang sudah digratiskan.

“Dan setelah kami hitung dan kami kaji, kemudian kita gratiskan untuk pengguna sepeda motor yang melintasi jembatan Suramadu pada tahun 2015,” tutur Jokowi.

Pada tahun 2016, terdapat kembali usulan agar tarif tol untuk kendaraan roda empat dan seterusnya di potong 50 persen.

“Dan kami putuskan kembali pada tahun 2016 lalu, tarif tol jembatan Suramadu untuk kendaraan roda empat dan seterusnya menjadi separus harga dari harga awal yang ditetapkan,” tutur Jokowi.

HARAPAN JOKOWI

HARAPAN JOKOWI

Namun, dengan adanya pemotongan tarif tol Jembatan Suramadu belum bisa memberikan dampak yang cukup besar bagi pertumbuhan ekonomi di Madura. Bisa dilihat dari angka kemiskinan di Madura yang masih jauh lebih tinggi dibandingkan Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo, yaitu masih di angka 16 sampai 23 persen.

“Oleh karena itu, dengan segala usulan dan desakan dari tokoh agama, ulama, para kiai, dan juga tokoh masyarakat dari Ikama, serta dari para bupati, maka pada hari ini saya memutuskan jalan Tol Suramadu akan menjadi jembatan non tol biasa,” tutur Jokowi.

Jokowi sangat berharap, dengan menggratiskan tarif tol Jembatan Suramadu, pertumbuhan ekonomi Madura akan semakin tumbuh baik.

“Semoga investasi akan datang semakin banyak. Properti dan tourisme semuanya akan semakin berkembang, dan Insyaallah pertumbuhan ekonomi betul-betul kelihatan,” tutur Jokowi.

“Sekali lagi ini adalah keputusan sebagai bentuk dari rasa keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia, terutama untuk masyarakat Madura,” tutur Jokowi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *