Kabar Baru Dari BPJSPeraturan Baru Dari BPJS Ksehatan Berikut Biaya Tambahannya.

kabar dari BPJS untuk peraturan baru bagi peserta BPJS kesehatan soal biaya tambahan, bagi peserta BPJS Kesehatan bersiap-siaplah untuk mengeluarkan uang lebih saat berobat menggunakan jasa layanan asuransi ini. Dikarenakan Kementrian Kesehatan mengeluarkan kebijakan untuk biaya dan selisih dalam pelaksanaan program BPJS Kesehatan.
Kebijakan yang diatur dalam peraturan Mentri ini diklaim dapat mengendalikan mutu dan biaya serta pencegahan penyalahgunaan pelayanan terjadi di fasilitas kesehatan.
Kementrian Kesehatan juga mengeluarkan kebijakan ini dalam pelaksanaan program BPJS Kesehatan.
Bahkan kebijakan yang diatur dalam peraturan menteri ini diklaim dapat mengendalikan mutu dan biaya serta pencegahan penyalahgunaan yang terjadi di fasilitas kesehatan.
Kemkes juga memastikan untuk bahwa kebijakan ini akan disosialisasikan kepada masyarakat sebelum benar-benar dipraktikan.
Sosialisasi dilaksanakan oleh Kemkes, BPJS Kesehatan, asosiasi fasilitas kesehatan, atau organisasi profasi.
Dan inilah yang tercantum dalam pasal 3 ayat 1 tertulis besar biaya untuk BPJS yaitu terdapat nominal tertentu setiap kali melakukan kunjungan untuk rawat jalan.
– Disetiap kali melakukan kunjungan rawat jalan pada rumah sakit kelas A akan di kenakan sebesar 22.000 dan rumah sakit kelas B.
– Disetiap kali melakukan kunjungan rawat jalan pada rumah sakit kelas C, rumah sakit kelas D dan klinik utama akan Sebesar 11.000.
– Juga yang paling besar biaya untuk yang paling banyak kunjungannya dalam jangka waktu 3 bulan 25 kali kunjungan yaitu sebesar Rp.370.000.

 Berikut adalah nilai nominal maksimal atas  biaya pelayanan kesehatan untuk kurun waktu tertentu. Lalu 15% atau paling tinggi dengan nominal tertentu untuk rawat inap dari biaya pelayanan dengan ketentuan.
A. Biaya pelayanan dihitung dari total Tarif INA-CBG setiap kali melakukan rawat inap sebesar 15%.
B. Tarif yang paling besar Rp40.000.000

BPJS Kesehatanpun membayakan besaran klaim pelayanan yang lebih tinggi dari haknya termasuk rawat jalan eksekutif.
Juga peningkatan kelas perawatan yang lebih tinggi dari haknya dilakukan di rumah sakit.
Peserta yang ingin meningkatkan kelas perawatan yang lebih tinggi dari haknya dikenakan Selisih Biaya antara biaya yang dijamin oleh BPJS Kesehatan dengan biaya yang harus dibayar akibat peningkatan pelayanan.

“Saya sepakat itu, akan kami usulkan nanti saat pembentukan tim kepada Menteri Kesehatan,” kata BPJS Kesehatan Budi Muhammad Arief di Kantornya, Jumat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *