Kapal Bermuatan Minyak Sawit Dari Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah Hilang Kontak, Apakah di rampok?

Sebuah kapal yang bermuatan minyak kelapa sawit mentah yang bertolak dari Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, dilaporkan hilang kontak saat perjalanan menuju Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta Utara.
“Iyah betul, Kapal MT Namse Bangdzhod kehilangan kontak, posisi terakhir ter Record diperairan ujung Karawang arah Tanjung Priok dari sampit,” Ujar Kepala Kantor Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan Sampit, Thomas Chandra.

Menurut Thomas, MT Namse Bangdzhod merupakan kapal berbendera Indonesia. kapal inipun di operasikan oleh PT Surabaya Shipping Lines yang berkantor pusat di Surabaya.

“Kapal ini bertolak dari Sampit 27 Desember 2018 lalu dan seharusnya sudah di Pelabuhan Tanjung Priok, akan tetapi hingga saat ini belum diketahui keberadaannya,” katanya.

Thomas mengatakan, saat ini berbagai upaya sedang dilakukan untuk mengetahui keberadaan kapal tersebut. Dia tidak ingin berspekulasi terkait dugaan keberadaan dan kejadian yang dialami kapal tersebut.

Sementara ini kabar atas hilangnya kontak MT Namse Bangdzhod langsung menyebar di media sosial. Beberapa pemilik akun media sosial yang memuat kabar dan fhoto tersebut, meminta bantuan kepada masyarakat untuk menginformasikan jika mengetahui keberadaan kapal tersebut pengangkut minyak sawit mentah tersebut.

Banyak Berbagai Tuduhan Jika Kapal Tersebut Dirampok

Banyak Berbagai Tuduhan Jika Kapal Tersebut Dirampok.

Berbagai komentar warga pun muncul menggapi postingan kabar hilang kontaknya kapal tersebut. Ada yang menduga kapal sedang berlindung dari cuaca buruk di laut, namun ada pula yang khawatir kapal itu menjadi korban pembajakan.

Namun semua mendoakan agar kapal dan seluruh kru segera ditemukan dalam kondisi selamat.

Sekedar diketahui, perompakan kapal yang bertolak dari Sampit pernah terjadi pada 2014 lalu. Sebuah kapal bermuatan minyak kelapa sawit atau CPO yang bertolak dari Sampit, dirompak saat dalam perjalanan menuju Gresik.

Sekedar diketahui, perompakan kapal yang bertolak dari Sampit pernah terjadi pada 2014 lalu. Sebuah kapal bermuatan minyak kelapa sawit atau CPO yang bertolak dari Sampit, dirompak saat dalam perjalanan menuju Gresik.

Kapal Srikandi 515 mengangkut 3.100 ton minyak sawit berangkat pada 8 Oktober 2014 dan digiring kapal pandu ke luar muara pada 9 Oktober 2014. Seharusnya, paling lama tiga hari sudah sampai Gresik, tapi kemudian dikonfirmasi pada 17 Oktober 2014 bahwa kapal itu belum tiba di Gresik.

Informasi baru diterima 24 Oktober 2014 bahwa nakhoda dan anak buah kapal ditemukan oleh nelayan Malaysia dalam keadaan selamat.

Para perompak akhirnya berhasil ditangkap pada 2015 di Thailand. Para pelaku kemudian dibawa ke Kalimantan Tengah untuk menjalani proses hukum.

Sebelumnya pada 26 Februari 2012, perompakan tugboat dan tongkang bermuatan minyak sawit juga terjadi di perairan Kotawaringin Timur.

Sebanyak 16 anak buah kapal bersama nakhodanya diikat dan dibuang ke hutan di kawasan muara. Untungnya mereka berhasil ditemukan dengan selamat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *