Ketika Seseorang Mengalami Berat Badan Melebihi Kawajaran Hingga Tidak bisa Beraktivitas Lagi.

Sebagian besar perempuan begitu memerhatikan penampilan dengan menjaga berat badannya, Perempuan asal Palangkaraya, Kalimantan Tengah (Kalteng), ini memiliki berat badan hingga 350 kilogram. Sangat berlebihan ya, Bun. Sempat memiliki bobot normal, Titi mengakui kalau kebiasaannya mengemil susah dikendalikan, yang akhirnya kenaikan berat badannya sangat drastis.

Selain gorengan, perempuan kelahiran 37 tahun silam ini juga mengungkapkan kegemarannya minum minuman dingin atau dicampur es. Akibat obesitas yang dialami, Titi sampai tidak bisa melakukan aktivitas apa pun. Menurut Suyuti, angka 350 kilogram tersebut merupakan perkiraan berat badan Titi. Ia menambahkan, penimbangan terakhir tiga tahun lalu, bobot Titi masih berkisar 165 kilogram.

Sebenarnya, Titi sudah melakukan berbagai cara untuk menurunkan berat badanya, Bun. Ia mengonsumsi minuman herbal dan bobotnya sempat berkurang. Sayangnya, usaha Titi harus berhenti karena terbentur masalah biaya.
“Setelah tidak mampu membeli minuman herbal penurun berat badan itu, saya pun menjalani aktivitas saya seperti orang normal. Makan dan minum pun tidak terkontrol lagi, sehingga berat badan saya yang saat itu sempat 167 kilogram, kini menjadi 350 kilogram lebih,” Ujarnya.

Atas apa yang menimpa Titi, pemerintah setempat akan berusaha semaksimal mungkin memberikan pertolongan, termasuk perawatan di rumah sakit. Hanya saja, postur tubuh Titi yang menjadi kendala untuk mengeluarkannya dari rumah.

Kegemukan meningkatkan berbagai risiko gangguan fisik dan mental.

Seperti diketahui, kegemukan yang disebabkan penimbunan lemak dianggap berbahaya karena lemak tubuh berlebih merupakan faktor risiko berbagai penyakit. Misalnya, kelebihan lemak yang terakumulasi di sekitar organ vital dikaitkan dengan diabetes, penyakit jantung, hipertensi, sampai kanker.

para ahli menilai, komposisi lemak tubuh yang normal untuk perempuan adalah 22 – 25 persen. Sedangkan pada laki-laki, yang normal adalah 15 – 18 persen. Perempuan yang memiliki komposisi lemak 29 – 35 persen dianggap kelebihan berat badan dan bagi laki-laki lebih dari 20 persen.

“Untuk camilan dan gorengan juga kemungkinan dapat memicu, karena sudah jelas kandungan kalorinya sangat besar. Namun, dalam kasus berat badan hingga 350 kilogram ini terjadi karena adanya gangguan hormonal, sehingga sangat dianjurkan untuk diperiksa lebih lanjut,” kata Raissa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *