Pengendara Mobil Memukul Sopir TransJ di Lenteng Agung Meminta Maaf

Pengendara Mobil Memukul Sopir TransJ di Lenteng Agung Meminta Maaf – Sopir bus Transjakarta dengan rute tujuan Senen-Pluit, Jhonson Nainggolan (59), telah dipukul oleh seorang pengendara mobil di daerah Lenteng Agung, Jakarta Selatan, akhir pekan lalu. Dan kemudian pengemudi tersebut lalu minta maaf kepada Jhonson Nainggolan (59).

Peristiwa tersebut terjadi pada hari Sabtu (5/1/2019) yang sudah viral saat ini di media sosial. Terlihat dari video yang beredar, tampak Jhonson turun dari busnya, lalu kemudian menghampiri pengendara mobil merah B-2983-TOM. Mereka saling dorong dan adu mulut sehingga akhirnya pengemudi yang menggunakan mobil tersebut memukul Johnson. Dan beberapa orang di tempat lokasi lalu melerai mereka.

Pengendara mobil dengan plat nomor polisi B-2983-TOM itu bernama Muhammad Syafi’i. Permintaan maaf atas kesalahan Syafi’i divideokan yang lalu diunggah oleh pihak PT Transjakarta melalui akun Instagram, Selasa (8/1).

Seorang Pengendara Mobil Memukul Sopir TransJ di Lenteng Agung Meminta Maaf

“Namsa saya M Syafii pengemudi Cayla merah dengan plat nomor polisi B-2983-TOM meminta maaf atas perbuatan yang telah saya perbuat pada tanggal 5 Januari 2019 karena cepat emosional memecahkan kaca bus Transjakarta dan  lalu melakukan pemukulan terhadap Bapak Jhonson Nainggoalan,” Ucap Syafi’i.

“Saya sangat menyesal sekali atas perbuatan yang saya lakukan. Saya minta maaf yang sebesar besarnya kepada pihak PT TransJakarta dan juga terutama kepada Bapak Jhonson Nainggolan,” sambungnya. Bersama dengan video yang sedang viral ini, namun sempat beredar keterangan bahwa sang sopir bus Transjakarta itu sedang ugal-ugalan. Akan tetapi PT Transjakarta memastikan bahwa sopirnya tidaklah melanggar aturan.

“Pramudi Transjakarta telah bekerja sesuai dengan SPM (standar pelayanan minimum) yang sudah ditentukan. Namun tetapi kemacetan lalu lintas pada saat itu membuat pengemudi kendaraan pribadi itu emosi hingga kemudian amarahnya tidak terkontrol dan melakukan pemukulan terhadap pramudi Transjakarta dan juga melakukan pemecahan kaca bus,” tulis PT TransJakarta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *