Bos Matahari Meninggal, Polisi Tidak Temukan Luka Kekerasan Fisik

Bos Matahari Meninggal, Polisi Tidak Temukan Luka Kekerasan Fisik – Kabar meningglanya Bos Matahari. Hari Darmawan, pada hari sabtu pagi menjadi kabar yang mengejutkan. Bagaimana tidak, karena pendiri toko ritel besar yang ternama itu ditemukan meninggal di piggir sungai Ciliwung, Bogor ddengan keadaan yang tersangkut di bebatuan.

Pihak keluarga menjelaskan jika penyebab meninggalnya Hari Darmawan bukan karena tindakan pembunuhan. Hal ini pun diegaskan dengan berdasarkan hasil penyelidikan pihak Kepolisian yang melakukan olah tempat kejadian perkara ( TKP ), segera setelah di temukan jenazah Bos Matahari tersebut.

Bos Matahari Meninggal, Polisi Tidak Temukan Luka Kekerasan Fisik

Bos Matahari Meninggal, Polisi Tidak Temukan Luka Kekerasan Fisik

Dompet dan cincin masih kita temukan. Handphone tidak di temukan. Kemungkinan hanyut terbawa air karena celana korban sudah tercabik. Dari hasil pemeriksaan olah TKP  polisi tidak temukan luka kekerasan fisik. Hanya luka sobek di kening dan diduga karena terbentur batu saat terbawa arus, ujar Kapolsek Cisarua Kompol Ijang Yusuf Taoriji, saat di temui di kediaman duka Sinar Asih, Bondongan, Kota Bogor, Sabtu ( 10/3 ).

Ilham Fadjriansyah selaku juru bicara keluarga hari Darmawan juga menjelaskan pada jum’at malam ( 9/3 ). Hari Darmawan beristirahat di villa miliknya sebelum dia kembali ke kediamanya yang terletak di dalam Taman Wisata Matahari ( TWM ).

Bos Matahari Meninggal, Polisi Tidak Temukan Luka Kekerasan Fisik

Berikut foto dari Bos Matahari hari Darmawan

Pada pikul 21.00 WIB, drivernya Hari Dermawan pun mencoba mencari bos dari toko ritel ternama itu. Hanya saja dia tidak dapat menemukannya. Sehingga akhirnya dia mencoba menghubungi karyawan TWM untuk bersama – sama mencari keberadaan sang Bos Matahari.

Ilham juga mengaku kalau pada hari jum’at malam kemarin dia serta ikut mencari keberadaan Hari Darmawan. Dan pada saat itu kondisi arus sungai deras, karena ada beberapa area yang tidak dapat dilalui dengan berjalan kaki akbhirnya mereka menghubungi tim SAR.

Bacajuga : Bibirtajam

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *