Roy Aritonang Diduga Tewas Dibantai, Polisi Buru Pelaku Pembunuhan

Roy Aritonang Diduga Tewas Dibantai, Polisi Buru Pelaku Pembunuhan – Beberapa waktu lalu, warga lahan garapan pasar 8 Dusun 16, Desa Sampali, Kecamatan Percutseituan dihebohkan dengan penemuan mayat yang diketahui bernama Roy Eko Aritonang (34).Korban merupakan warga Jalan Pelita II, Kelurahan Sidorame Barat I, Kecamatan Medan Perjuangan. Pada tubuh korban terdapat sejumlah luka senjata tajam, di antaranya dua luka tikaman di leher dan luka robek di bagian kuping sebelah kanan.

Ia ditemukan tewas dengan bersimbah darah disebuah lahan garapan. Ia diduga tewas dibunuh karena dibantai orang tidak dikenal pada Sabtu (4/11/2018) sekitar pukul 11.00 WIB, lalu. Sebelumnya, jasad Roy ditemukan oleh warga yang hendak melintas di seputaran lokasi. Penemuan mayat dengan posisi tubuh tengkurap di dalam lobang itu, dilaporkan kepada pihak kepolisian Polsek Percutseituan. Saat kejadian, Kapolsek Percutseituan Kompol Faidil Zikri beserta anggota langsung mendatangi lokasi yang dimaksud. Pada saat petugas melakukan penyelidikan awal, seputaran lokasi dipasangi garis polisi. Yang bertujuan agar tidak ada yang mengganggu penyelidikan Polisi dilokasi kejadian.

Dari tubuh korban yang memiliki tato di kedua lengannya tersebut awalnya tidak ditemukan identitas. Namun petugas menemukan kotak rokok berisi pipet kaca yang biasa digunakan untuk menggunakan sabu, serta SIM Card telepon seluler. Pada tubuh korban terdapat sejumlah luka senjata tajam, di antaranya dua luka tikaman di leher dan luka robek di bagian kuping sebelah kanan. Tidak hanya itu, kepala korban juga terdapat luka bacokan dan rahang sebelah kanan bergeser atau retak, serta sejumlah gigi lepas. Tak jauh dari lokasi kejadian juga ditemukan batu krikil yang ada bercak darahnya dan diduga digunakan pelaku untuk memukul rahang korban.

Untuk mengetahui identitas korban, Tim Inafis melakukan sidik jari korban. Dengan menggunakan Mambis (alat pendeteksi sidik jari), akhirnya identitas korban terungkap sesuai dengan E-KTP yang berlaku saat ini. Petugas kemudian mengevakuasi Jenazah korban ke RS Bhayangkara Medan untuk dilakukan otopsi serta kepentingan penyelidikan selanjutnya. Sementara itu Kapolsek Percut Sei Tuan Kompol Faidil Zikri ketika dikonfirmasi terkait perkembangan kasus dugaan pembunuhan tersebut. Ia mengatakan jika pria yang tewas tersebut diduga korban pembunuhan karena ditemukan sejumlah luka senjata tajam di tubuhnya.

“Mohon doanya ya. Kami masih melakukan lidik dan memburu pelaku. Kami bekerja sama dengan Sat Reskrim Polrestabes Medan untuk mengungkap kasus pembunuhan ini,”ujarnya, Senin (5/11/2018).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *