Sebanyak 9 Orang Pengedar Narkoba Divonis Hukuman Mati di Pengadilan Negeri Palembang

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Kota Palembang Memutuskan akan memvonis hukuman mati kepada ke sembilan orang pengedar narkoba. Setelah terbukti di persidangan mereka mengedarkan ka beberapa lokasi langsung dijatuhkan vonis hukuman mati.

Mereka yang masing-masing bernama Muhammad Nazwar alias Letto 25 tahun yang menjadi koordinator dari semua proses pengiriman barang tersebut. Lalu ada Trinil Sirna Prahara 21 tahun, Shabda Sederdian 33 tahun, Chandra Susanto 23 tahun, Hasanuddin 38 tahun, Andik Hermanto 24 tahun, Frandika Zulkifly 22 tahun, dan Faiz Rahmana Putra 23 tahun, juga Ony Kurniawan 23 tahun, kesembilan tersangka ini mengedarkan sabu-sabu dan juga pil ekstasi di beberapa pulau atau antar pulau.

Vonis yang telah di bacakan dengan cara bergantian oleh ketiga hakim di pengadilan negri Palembang, yakni Efrata Tarigan, Achmad Syarifudin, Achmad Suhel, dan Yunus Sesa. Kesembilan terdakwa masuk secara bergantian sehingga proses pembacaan pun memakan waktu hingga enam jam dari pukul 15.30 WIB hingga 20.30 WIB.

Bahkan, vonis ini lebih berat dibanding tuntutan Jaksa Penuntut Umum yang menuntut terdakwa dengan hukuman seumur hidup. Atas putusan pengadilan ini, kesembilan terdakwa sepakat mengajukan banding melalui penasihat hukumnya.

tatistik mereka dalam proses penjualan berikut dengan hasil penjualan

Statistik mereka dalam proses penjualan berikut dengan hasil penjualan

Dalam melakukan aksinya Letto mengkoordinir proses pengiriman dan memberikan upah Rp15-20 juta kepada kurir. Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan penyidik Direktorat Reserse Narkba Polda Sumsel, Leto Cs mengaku sudah mengedarkan 600 kilogram sabu-sabu ke berbagai kota di Indonesia sejak 2017 lalu. Penyidik masih memburu bos besar yang menjadi penghubung Leto kepada jaringan narkoba Malaysia.

Leto dan kawannya pun diketahui sempat berupaya melarikan diri saat masih ditahan di sel penjara Mapolda Sumsel 16 Juli 2018. Dengan membujuk dan mengupah pegawai kantin di Mapolda Sumsel, Leto mengebor dinding sel menggunakan bor tangan. Namun, aksinya tertangkap polisi penjaga yang tengah berpatroli di kawasan markas

Bahkan Mereka pun mencari cara untuk bisa melewati para petugas dengan cara mengemas barang tersbut dengan beberapa cara walaupun dengan menggunakan bungkus kopi yang di taburi dengan bubuk kopi, saat hendak mengirimkan narkoba ke Banjarmasin pada 22 Maret 2018, petugas keamanan Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang mendeteksi barang kiriman narkoba tersebut.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *