Seusai Di Tangkapnya Ketua nelayan Dadap Kini Warga sangat Ketakutan

Sumiati terkejut setelah mengetahui anaknya, Waisul Kurnia ketua nelayan, telah ditangkap polisi. Kakinya pun seketika melemas. Pikirannya pun kacau. Dia baru mendapat kabar itu dari polisi berpakaian sipil di rumahnya.

Waisul adalah Ketua Forum Masyarakat Nelayan Kampung Baru Dadap, Kabupaten Tangerang. Dia ditangkap pada Rabu malam, dan baru dipulangkan pada malam berikutnya. Waisul diciduk polisi karena tak datang saat panggilan pemeriksaan sebagai tersangka pada dua hari sebelumnya.

“Saya kaget kenapa anak saya ya,” kata Jumiati

Kabar penangkapannya itu langsung menyebar ke sejumlah warga yang bertempat tinggal di sekitar rumah Waisul ketua nelayan. Informasi yang berkembang itu mulai dari dijemput paksa hingga diculik polisi.
Salah satu warga Kampung Baru Dadap mengatakan banyak orang ketakutan usai penangkapan Waisul ketua nelayan. Kata-kata dijemput polisi, jadi momok bagi warga.

“Faktanya, maknya yang lagi sakit sampai gemetaran, kemudian keluarga panik, keadaan di kampung enggak kondusif,” ujarnya.

Namun saat ditemui usai penangkapan itu, Waisul ketua nelayan tersebut justru menunjukkan hal sebaliknya. Dia seolah berusaha menutupi perasaan cemas, was-was, apalagi takut di hadapan warga.
Dia menceritakan, pada malam penangkapan si ketua nelayan itu tak ada intimidasi maupun suara bernada tinggi dari polisi berpakaian putih-hitam.

“Penyidik datang baik-baik, silaturahmi, terkait saya dijemput paksa, diculik, itu semua tidak benar. Mereka datang sesuai prosedur,” kata Waisul.

Selama perjalanan ke Mapolda Metro Jaya di bilangan Semanggi, Jakarta Selatan, Waisul ketua nelayan mengaku kerap berseloroh dan mengobrol santai dengan penyidik. Bahkan, kata Waisul, dirinya sempat diajak makan di sebuah restoran di bilangan Pluit, Jakarta Utara.

“Saya kenal sama semua penyidiknya. Saya anggap mereka kayak teman,” Ungkapnya

Sesampainya di Polda, ujar Waisul ketua nelayan dia tidak langsung diperiksa. Hal itu atas permintaan pengacara lantaran saat itu sudah larut malam. Waisul pun menginap di ruangan Penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya.
Ia baru diperiksa oleh penyidik tepat di hari Kamis sekitar pukul 17.00 WIB. Selama diperiksa, Waisul mengaku tidak ada perlakuan intimidatif apapun dari polisi. Sesekali, ujar Waisul.

Untuk Saat Ini Tersangka Bungkam tidak memberikan informasi apapun.

Pernyataan Waisul tentang situasi penangkapan berbanding terbalik dengan sikapnya ketika ditanya terkait proyek pembangunan yang dulu dia kritik.

Usai penangkapannyua itu, kini Waisul enggan memberikan pernyataan lagi yang mengenai sejumlah proyek pembangunan di sekitar Kampung Baru, Dadap. Salah satunya terkait proyek pembangunan jembatan penghubung antara Pulau C reklamasi dengan Pantai Kapuk II.

Sebelumnya itu, dia lantang mempertanyakan pembangunan jembatan tersebut. Sebagai pemimpin, Waisul memiliki sekitar 6.000 anggota Forum Masyarakat Nelayan yang berada di Kampung Baru Dadap.

Dia sempat memberikan pernyataan di sejumlah media bahwa selama ini tak ada sosialisasi pembangunan dari pihak pengembang kepada masyarakat nelayan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *