Tertangkapnya Alay Sang Buronan Kasus Korupsi Sebesar 119 Miliyar Di Bali Ketika Sedang Menginap.

Kejaksaan Tinggi Bali telah menangkap satu buron terpidana kasus pembobolan bank di Lampung, Sugiarto Wiharjo alias Alay. Terpidana ditangkapketika sedang menginap di kawasan Tanjung Benoa, Bali.

“Kejati Bali melakukan pengamanan terhadap atas nama terpidana Sugiarto Wiharjo alias Alay. Kami mendapat informasi bahwa terpidana ini berada di Bali dan kami mengikuti terdakwa dan kami dapati terdakwa di Novotel, Tanjung Benoa,” kata Kasi Penkum Kejati Bali Edwin Beslar di kantornya, Jl Tantular, Renon, Denpasar, Bali,

“Yang bersangkutan merupakan terpidana dalam perkara tindak pidana korupsi bersama-sama dengan terpidana H Satono Bin Darmo Susiswo yang saat ini masih buron,” kata Mukri

Alay yang merupakan seorang Komisaris Utama PT BPR Tripanca Setiadana ini diduga memberikan bunga tambahan kepada terpidana H Satono Bin Darmo Susiswo sebesar Rp 10 miliar lebih.

Edwin juga menuturkan Sugiarto tak hanya terlibat satu kasus pembobolan bank, tapi juga ia terlibat kasus lainnya. Sugiarto diketahui melakukan perjalanan bersama keluarganya menggunakan kendaraan roda empat dari Jember dan transit di Bali untuk berangkat ke Lombok.

“Sugiarto, jadi ada beberapa tindak pidana yang di lakukannya. Informasi beliau baru tiba siang hari ini, lewat jalur darat dari Jember. Transit saja karena tujuan selanjutnya mau ke Lombok,” ujarnya.

Menimbulkan kerugian yang sangatlah besar atas tindakan ini.

“Dan akhirnya menimbulkan kerugian Negara Rp. 119.448.199.800,” ucap Mukri

Akibat perbuatan tersebut, nilai kerugian yang dialami Pemkab Lampung Timur sebesar Rp 107 miliar. Sedangkan Lampung Tengah senilai Rp 28 miliar. Edwin menambahkan penangkapan ini dilakukan berdasarkan putusan MA Nomor 510/K/PID.SUS/2014 tertanggal 21 Mei 2014, yang menjatuhkan vonis 18 tahun penjara.
Juga tak luput dari denda yang harus tersangka bayarkan sebesar Rp. 500.000.000.- (lima ratus juta rupiah) subsidair 6 (enam) bulan kurungan.

Dengan nilai korupsi sebesar Rp 108 miliar, Sugiarto Wiharjo alias Alay masuk sebagai buron kakap dari Lampung.

Sugiarto Wiharjo alias Alay dalam kasus yang sama dengan mantan Bupati Lampung Timur Satono, yaitu korupsi APBD Lampung Timur.

Bedanya, nilai kerugian negara dari ulah bos Tripanca Group ini sebesar Rp 108 miliar. Sedangkan Satono terjerat korupsi Rp 119 miliar.

Setibanya di Kantor Kejati Bali, Alay yang mengenakan kaos hitam dan menggunakan topi biru langsung dibawa ke sebuah ruangan di lantai dua.
Di ruangan tersebut dilakukan pemeriksaan kesehatan terhadap Alay dari dokter RS Bali Mandara yang didatangkan oleh Kejati Bali.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *